Teknologi Kecerdasan buatan Google: Google Assistant

November 07, 2018 0 Comments A+ a-

Hasil gambar untuk Google Assistant
Google Assistant adalah Evolusi dari Google Voice Search dan Google Now. Saat ini, memang eranya Artifical Intelegent, Internet Of Thing dan Mobile. Google Search bukan lagi di pakai dengan browser untuk mencari tutorial atau resep makanan.

Google sadar bahwa masa depan pencarian adalah Personal Search atau lebih tepat personal Assistant yang digambarkan di film-film fiksi ilmiah. Komputer di film sci-fi diberi perintah dengan suara dan menampilkan hasilpun tidak selalu dengan tampilan visual, kadang jawaban yang didapat adalah jawaban Natural seperti layaknya seorang bos berbicara pada sekretarisnya.

Berbeda dengan Cortana dan Siri, Google Assistent keluar dari Browser dan terintegrasi keberbagai perangkat Hardware buatan Google. Cortana fokus ke Smartphone dan Desktop sama dengan Siri. Assistant dari Google ini disematkan di Aplikasi Chat Allo, Google Pixel Smartphone dan Produk Google Home yang merupakan interface untuk mengontrol semua perangkat di rumah.

Hal lain dari Google Assistant adalah mempunyai kemampuan memahami context. Artinya saat kita bertanya ” Who is Indonesia President?” ketika Assistant menjawab ” Jokowi”, kita bisa bertanya lebih jauh dengan bertanya ” when he was born?”. Saat ini Google Assistant telah disematkan di Google Allo, Google Pixel dan Google Home. Kedepannya Assistant akan disematkan ke produk hardware dari Google seperti Mobil dan Smartwatch dan kemungkinan akan disematkan disemua produk baru lainnya dari Google.

Saat ini, Assistant baru bisa memahami bahasa inggris, namun Assistant dibangun dengan AI dan deep learning. Ketika ditanya dengan bahasa indonesia yang dia belum paham, dia akan menjawab:” Maaf saya masih sedang belajar bahasa indonesia ….” Jika produk ini sukses dipasaran, bukan tidak mungkin 5 sampai 10 tahun lagi kita berada di masa film film sci-fi menjadi kenyataan.

Untuk kemampuan Mengontrol peralatan Rumah, anda harus membeli Google Home dan tentunya perangkat dirumah (seperti TV, pengatur AC, lampu, pengunci pintu, penutup korden dll) harus kompatible dengan produk Google home.


Google LLC

Google LLC adalah sebuah perusahaan multinasional Amerika Serikat yang berkekhususan pada jasa dan produk Internet. Produk-produk tersebut meliputi teknologi pencarian, komputasi web, perangkat lunak, dan periklanan daring. Sebagian besar labanya berasal dari AdWords.

Google didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin saat masih mahasiswa Ph.D. di Universitas Stanford. Mereka berdua memegang 16 persen saham perusahaan. Mereka menjadikan Google sebagai perusahaan swasta pada tanggal 4 September 1998. Pernyataan misinya adalah "mengumpulkan informasi dunia dan membuatnya dapat diakses dan bermanfaat oleh semua orang", dan slogan tidak resminya adalah "Don't be evil". Pada tahun 2006, kantor pusat Google pindah ke Mountain View, California.

Visi 

Visi dari Google adalah mengorganisasi informasi dunia dan membuatnya dapat diakses dan digunakan secara universal. Visi yang hanya dengan modal spiritual tersebut menjadikan google dapat meledak penjualan iklannya. Dari modal 0,1 juta USD pada tahun 1998 meledak pada maret 2007 dengan pendapatan mencapai 3,66 Miliyar USD.

Misi

Pendiri google dalam proyek garapannya mencetuskan ide memanfaatkan tautan antara halaman atau link untuk membuat peringkat bobot halaman tersebut. Jika 1(satu) halaman web tertaut ke-1 halaman lainnya, tautan tersebut akan mempengaruji bobot atau dpat memicu link ke halaman-halaman tersebut. Ide itulah yang menjadi dasar pemikiran algoritma penyusunan halaman-halaman web.

Teknologi pada Google Assistant

Asisten virtual memang menjanjikan pengalaman baru dalam berinteraksi dengan perangkat. Namun dengan teknologi saat ini, asisten virtual yang ada masih terkesan kaku dan masih mirip mesin.

Google pun memikirkan cara untuk menyelesaikan permasalahan itu, Permasalahan pun diselesaikan perusahaan akuisisi Raksasa internet ini yakni perusahaan DeepMind, agar pengguna dapat berkomunikasi dengan Google Assistant layaknya berbicara dengan manusia.

Dikutip dari Ubergizmo, Rabu (11/10/2017), raksasa internet itu memanfaatkan teknologi milik DeepMind, yakni WaveNet. Sekadar informasi, DeepMind merupakan perusahaan kecerdasan buatan yang diakusisi Google pada 2014.

Perusahaan DeepMind berhasil membuat speech synthesis tersebut dengan menggunakan cara yang berbeda khusunya dalam membuat TTS atau text-to-speech. Sebelumnya, ada dua jenis metode TTS yang digunakan. Yang pertama adalah concatenative TTS seperti yang digunakan pada Siri milik Apple. Sementara yang lebih rumit adalah parametric TTS. Model concatenative menggunakan kepingan suara yang telah direkam sementara parametric membuat kalimat menggunakan algoritma komputer.

Meski metoda parametrik sudah lebih canggih, namun penggunaannya masih terdengar kaku. Suara yang dihasilkan pun masih terdengar sangat robotik.

Nah, hal itulah yang akhirnya diatasi sistem terbaru keluaran DeepMind ini. WaveNet menggunakan “Neural Network”, semacam teknologi yang dibuat dengan meniru otak manusia. Sehingga, nggak lagi bergantung pada kata kata yang diinputkan, WavNet bekerja dengan menganalisa bentuk gelombang dari sinyal audio dan beragam suara termasuk bunyi musik.



Berbekal teknologi ini, suara keluaran Google Assistant dapat lebih alami ketimbang sebelumnya. Untuk saat ini, pemanfaatan teknologi tersebut baru berlaku untuk Google Assistant berbahasa Inggris dan Jepang.

"Setelah lebih dari 12 bulan bekerja keras untuk meningkatkan kecepatan dan kualitas, kami mengumumkan bahwa versi terbaru dari WaveNet digunakan di Google Assistant dan mampu menghasilkan suara lebih natural," ujar Google LLC.

Sumber :
https://www.liputan6.com
https://www.candra.web.id
https://www.youtube.com
https://www.google.com
https://www.wikipedia.com