Perbandingan Sistem Cerdas Pada Tiga Negara di Asia


Smart Airport di Indonesia

Kini ada yang baru di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta melalui kehadiran sosok robot imut berwarna putih untuk melayani pengguna jasa.
Robot pintar tersebut bernama DILO yang baru aktif beroperasi pada Airport Digital Lounge Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta dan rencananya akan dihadirkan pula di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.



Menurut Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, DILO memiliki fitur multimedia seperti musik, video, dokumen dan lainnya melalui layae sentuh pada robot atau proyektor.

"Untuk menggerakkan fisik robot, pengoperasian DILO secara remote melalu aplikasi Q-link. Robot pintar ini juga dapat menari dengan diiringi musik, serta dapat bergerak ke segala arah dan dapat menghindari rintangan kecuali kaca," ujar Awaluddin dalam keterangan resminya, Jumat (24/8/2018).

Dirinya melanjutkan, untuk mengatur konten dan pengaturan robot, dapat dilakukan melalui Multi Platform System (MPS).

Rencana kedepan, DILO akan diisi konten tentang bandar udara yang dikelola PT Angkasa Pura II dan Asian Games 2018 serta integrasi chatbot (aplikasi TASYA) ke dalam robot.
"Airport Digital Lounge dan robot DILO merupakan pusat layanan terintegrasi dari Angkasa Pura II yang memadukan kemudahan layanan informasi bandara dengan teknologi digital terkini (state of the art technology)," kata Awaluddin.

Rencananya, lanjut Awaluddin, seluruh cabang Angkasa Pura II akan dilengkapi Airport Digital Lounge serta DILO pada tiap bandaranya.

Senior Manager Branch Communication and Legal, Febri Toga Simatupang mengatakan, DILO juga dapat membantu penumpang dalam self check-in, mencark coworking space, digital wayfinding, reservasi perjalanan atau akomodasi.

"Iya DILO ini bisa untuk sebagai informasi flight dan membantu pemesanan penerbangan. Nanti di akan ada petugas yang membantu pengoperasian di Airport Digital Lounge," kata Febri kepada TribunJakarta.com.

Dirinya pun melanjutkan, DILO juga dapa memberikan informasi seputar bandara, seperti lokask toilet, tingkat kebersihan, dan informasi lainnya yang dibutuhkan penumpang.



Smart Airport di Singapore

Di Changi airport Singapura, penumpang pesawat tidak sekedar mau bepergian atau mendarat. Baik saat transit, stop over atau mau terbang, orang meluangkan waktu untuk plesir  di sekitar bandara Changi. Beragam obyek wisata disediakan di kawasan   bandara Changi. Sarana dan fasilitas wisata itu butuh pekerja.

Orang-orang tidak menumpuk di satu area meski bandara Changi dipadati lebih 62,2 juta pada tahun 2017 dan diperkirakan menjadi 85 juta pada tahun 2020.
Seusai melakukan check ini di mesin baik untuk urusan boardingpass, bagasi, dan urusan imigrsi yang waktunya hanya 10 menit, orang-orang memanfaatkan waktu untuk melancong di bandara Changi.

Bandara Changi memiliki 4 terminal dengan  65 unit FAST (Fast and Seamless Travel) Check merupakan cara yang otomatis melayani para penumpang yang hendak memproses check in dan boarding ke pesawat. Calon penumpang tidak lagi berhadapan dengan manusia.



Mesin akan mensensor paspor penumpang dan dengan scanner, data calon penumpang akan    dicocokkan dengan wajah yang difoto dengan menggunakan teknologi facial recognition.

Jika data foto cocok dengan data dari paspor, maka mesin akan mencetak boarding pass penumpang dan pita penanda bagasi milik penumpang.  Bagasi dapat dibawa ke kios penerimaan secara otomatis.



Smart Airport di Jepang

Penggunaan tenaga robot untuk berbagai tugas yang sebelumnya dilakukan oleh manusia bukanlah sesuatu hal yang baru. Bahkan kini robot pun dapat pula digunakan sebagai sosok penerima tamu. Hal inilah yang dilakukan oleh negara Jepang untuk menyambut kedatangan para turis di Bandara Internasional Haneda Tokyo.


Di bandara ini, pemerintah Jepang menempatkan robot humanoid NAO yang bertugas untuk menyambut kedatangan para traveler. Unik memang. Terlebih lagi robot ini juga mempunyai kemampuan berbicara dalam tiga bahasa, yakni bahasa Jepang, Inggris dan terakhir adalah bahasa Mandarin. Namun kemampuan menjawab pertanyaan dari robot NAO ini masih sangat terbatas. Seperti dikutip dari Mashable, robot NAO ini hanya mampu menjawat tujuh jenis pertanyaan.

Robot ini pun didesain mampu melakukan gerakan yang menggemaskan untuk memberi pengumuman kepada para penumpang. Terlebih pengumuman terkait waktu boarding dan cek keamanan. 



Dari tiga bahasa yang dikuasainya, robot NAO ini mempunyai kecakapan lebih dalam berbicara bahasa Jepang. Dan tujuh pertanyaan yang bisa dijawab oleh robot setinggi 60 sentimeter ini antara lain adalah terkait waktu boarding hingga kondisi cuaca di destinasi perjalanan.



Kesimpulan

Jika dilihat Indonesia masih tertinggal jauh mengenai teknologi dibandingkan beberapa negara maju, penulis harap pemerintah dapat memberikan support dan apresiasi terhadap para developer atau pengembang dari Kecerdasan Buatan yang ada di Indonesia. Semoga Indonesia dapat mengejar ketertinggalannya dari negara-negara lain dalam pengembangan teknologi utamanya Kecerdasan Buatan.

Sumber : 
www.beritateknologi.com
sulteng.antaranews.com
jakarta.tribunnews.com

Sistem Cerdas Dalam Bidang Bisnis


Sistem cerdas adalah sistem yang dapat mengadopsi sebagaian kecil dari tingkat kecerdasan manusia untuk berinteraksi dengan keadaan eksternal suatu sistem. Sebagian kecil dari tingkat kecerdasan itu antara lain: kemampuan untuk dilatih, mengingat kembali kondisi yang pernah dialami, mengolah data-data untuk memberikan aksi yang tepat sesuai yang telah diajarkan, dan kemampuan menyerap kepakaran seorang ahli melalui perintah yang dituliskan dalam sebuah bahasa pemrograman tertentu.

Dari perspektif bisnis, Sistem Cerdas / AI adalah sekelompok alat bantu (tools) yang berdaya guna, dan metodologi yang menggunakan tool-tool tersebut guna menyelesaikan masalah-masalah bisnis. Contoh pemanfaat system cerdas dalam bidang bisnis yang penulis ambil disini adalah FinTech.

Pengertian Fintech



Fintech adalah sebuah sebutan yang disingkat dari kata ‘financial’ dan ‘technology’ di mana artinya adalah sebuah inovasi di dalam bidang jasa keuangan.

Inovasi yang ditawarkan Fintech sangat luas dan dalam berbagai segmen, baik itu B2B (Business to Business) hingga B2C (Business to Consumer).

Beberapa contoh bisnis yang tergabung di dalam Fintech adalah:
  • ·         Proses jual beli saham,
  • ·         Pembayaran,
  • ·         Peminjaman uang (lending) secara peer to peer,
  • ·         Transfer dana,
  • ·         Investasi ritel,
  • ·         Perencanaan keuangan (personal finance),
  • ·         Dan lainnya.

Fintech adalah sebuah sebutan yang disingkat dari kata ‘financial’ dan ‘technology’ di mana artinya adalah sebuah inovasi di dalam bidang jasa keuangan.
Inovasi yang ditawarkan Fintech sangat luas dan dalam berbagai segmen, baik itu B2B (Business to Business) hingga B2C (Business to Consumer).
Beberapa contoh bisnis yang tergabung di dalam Fintech adalah:
  • Proses jual beli saham,
  • Pembayaran,
  • Peminjaman uang (lending) secara peer to peer,
  • Transfer dana,
  • Investasi ritel,
  • Perencanaan keuangan (personal finance),
  • Dan lainnya.


Manfaat Fintech
Keberadaan Fintech sangat mempengaruhi gaya hidup masyarakat ekonomi. Perpaduan antara efektivitas dan teknologi memiliki dampak positif bagi masyarakat pada umumnya.
Terdapat beberapa manfaat adanya Fintech di lingkungan masyarakat, manfaat pertama yaitu, Fintech dapat membantu perkembangan baru di bidang startup teknologi yang tengah menjamur. Hal ini dapat membantu perluasan lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi tersebut mendatangkan manfaat kedua yaitu peningkatan taraf hidup masyarakat. Fintech dapat menjangkau masyarakat yang tidak dapat dijangkau oleh perbankan konvensional.
Manfaat lainnya adalah meningkatkan perkembangan aplikasi Bitcoin. Meskipun tidak memiliki akun bank, pengguna Bitcoin dapat dengan mudah bertransaksi dengan mudah dan praktis.
Selain itu, Fintech juga dapat meningkatkan ekonomi secara makro. Kemudahan yang ditawarkan oleh Fintech dapat meningkatkan penjualan e-commerce.
Manfaat terakhir yang paling dapat dinikmati oleh masyarakat besar adalah penurunan bunga pinjaman. Dengan transparansi Fintech, peminjam dana tidak perlu takut terjerumus dengan bunga tinggi para lintah darat.



Kelebihan dan Kekurangan Sistem Cerdas


Kelebihan Sistem Cerdas:
  • Kecerdasan buatan lebih bersifat permanen. Kecerdasan alami akan cepat mengalami perubahan. Hal ini dimungkinkan karena sifat manusia yang pelupa. Kecerdasan buatan tidak akan berubah sepanjang sistem komputer dan program tidak mengubahnya.
  • Kecerdasan buatan lebih mudah diduplikasi dan disebarkan. Mentransfer pengetahuan manusia dari satu orang ke orang lain butuh proses dan waktu lama. Disamping itu suatu keahlian tidak akan pernah bisa diduplikasi secara lengkap. Sedangkan jika pengetahuan terletak pada suatu sistem komputer, pengetahuan tersebuat dapat ditransfer atau disalin dengan mudah dan cepat dari satu komputer ke komputer lain.
  • Kecerdasan buatan lebih murah dibanding dengan kecerdasan alami. Menyediakan layanan komputer akan lebih mudah dan lebih murah dibanding dengan harus mendatangkan seseorang untuk mengerjakan sejumlah pekerjaan dalam jangka waktu yang sangat lama.
  • Kecerdasan buatan bersifat konsisten. Hal ini disebabkan karena kecerdasan busatan adalah bagian dari teknologi komputer. Sedangkan kecerdasan alami senantiasa berubah-ubah.
  • Kecerdasan buatan dapat didokumentasikan. Keputusan yang dibuat komputer dapat didokumentasikan dengan mudah dengan melacak setiap aktivitas dari sistem tersebut. Kecerdasan alami sangat sulit untuk direproduksi.
  • Kecerdasan buatan dapat mengerjakan pekerjaan lebih cepat dibanding dengan kecerdasan alami.
  • Kecerdasan buatan dapat mengerjakan pekerjaan lebih baik dibanding dengan kecerdasan alami.


Kekurangan Sistem Cerdas :
  • Rawan rusak.
  • Mahal dalam proses pembuatannya.
  • Memerlukan daya listrik.
  • Struktur kontrolnya terpisah dari pengetahuan.



Pandangan penulis terhadap Sistem Cerdas di Indonesia

Pada zaman ini, para ahli berlomba-lomba dalam menciptakan inovasi baru terkait teknologi terutama dibidang artificial intelligence. Jika kita lihat, Sistem Cerdas yang ada di Indonesia juga mulai meningkat akan tetapi kebanyakan Sistem Cerdas yang ada adalah produk buatan luar negeri, admin berharap kedepannya Indonesia dapat mengembangkan sebuah Sistem Cerdas yang sangat bermanfaat bahkan bisa menuju kancah internasional.

Sumber : 
  • https://fantykabintangkarisma.wordpress.com/2017/11/29/kelebihan-dan-kekurangan-sistem-cerdas-dikehidupan-sehari-hari/
  • https://www.finansialku.com/definisi-fintech-adalah/
  • https://kidodi.wordpress.com/2012/02/19/pengertian-sistem-cerdas/

Teknologi Kecerdasan buatan Google: Google Assistant

Hasil gambar untuk Google Assistant
Google Assistant adalah Evolusi dari Google Voice Search dan Google Now. Saat ini, memang eranya Artifical Intelegent, Internet Of Thing dan Mobile. Google Search bukan lagi di pakai dengan browser untuk mencari tutorial atau resep makanan.

Google sadar bahwa masa depan pencarian adalah Personal Search atau lebih tepat personal Assistant yang digambarkan di film-film fiksi ilmiah. Komputer di film sci-fi diberi perintah dengan suara dan menampilkan hasilpun tidak selalu dengan tampilan visual, kadang jawaban yang didapat adalah jawaban Natural seperti layaknya seorang bos berbicara pada sekretarisnya.

Berbeda dengan Cortana dan Siri, Google Assistent keluar dari Browser dan terintegrasi keberbagai perangkat Hardware buatan Google. Cortana fokus ke Smartphone dan Desktop sama dengan Siri. Assistant dari Google ini disematkan di Aplikasi Chat Allo, Google Pixel Smartphone dan Produk Google Home yang merupakan interface untuk mengontrol semua perangkat di rumah.

Hal lain dari Google Assistant adalah mempunyai kemampuan memahami context. Artinya saat kita bertanya ” Who is Indonesia President?” ketika Assistant menjawab ” Jokowi”, kita bisa bertanya lebih jauh dengan bertanya ” when he was born?”. Saat ini Google Assistant telah disematkan di Google Allo, Google Pixel dan Google Home. Kedepannya Assistant akan disematkan ke produk hardware dari Google seperti Mobil dan Smartwatch dan kemungkinan akan disematkan disemua produk baru lainnya dari Google.

Saat ini, Assistant baru bisa memahami bahasa inggris, namun Assistant dibangun dengan AI dan deep learning. Ketika ditanya dengan bahasa indonesia yang dia belum paham, dia akan menjawab:” Maaf saya masih sedang belajar bahasa indonesia ….” Jika produk ini sukses dipasaran, bukan tidak mungkin 5 sampai 10 tahun lagi kita berada di masa film film sci-fi menjadi kenyataan.

Untuk kemampuan Mengontrol peralatan Rumah, anda harus membeli Google Home dan tentunya perangkat dirumah (seperti TV, pengatur AC, lampu, pengunci pintu, penutup korden dll) harus kompatible dengan produk Google home.


Google LLC

Google LLC adalah sebuah perusahaan multinasional Amerika Serikat yang berkekhususan pada jasa dan produk Internet. Produk-produk tersebut meliputi teknologi pencarian, komputasi web, perangkat lunak, dan periklanan daring. Sebagian besar labanya berasal dari AdWords.

Google didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin saat masih mahasiswa Ph.D. di Universitas Stanford. Mereka berdua memegang 16 persen saham perusahaan. Mereka menjadikan Google sebagai perusahaan swasta pada tanggal 4 September 1998. Pernyataan misinya adalah "mengumpulkan informasi dunia dan membuatnya dapat diakses dan bermanfaat oleh semua orang", dan slogan tidak resminya adalah "Don't be evil". Pada tahun 2006, kantor pusat Google pindah ke Mountain View, California.

Visi 

Visi dari Google adalah mengorganisasi informasi dunia dan membuatnya dapat diakses dan digunakan secara universal. Visi yang hanya dengan modal spiritual tersebut menjadikan google dapat meledak penjualan iklannya. Dari modal 0,1 juta USD pada tahun 1998 meledak pada maret 2007 dengan pendapatan mencapai 3,66 Miliyar USD.

Misi

Pendiri google dalam proyek garapannya mencetuskan ide memanfaatkan tautan antara halaman atau link untuk membuat peringkat bobot halaman tersebut. Jika 1(satu) halaman web tertaut ke-1 halaman lainnya, tautan tersebut akan mempengaruji bobot atau dpat memicu link ke halaman-halaman tersebut. Ide itulah yang menjadi dasar pemikiran algoritma penyusunan halaman-halaman web.

Teknologi pada Google Assistant

Asisten virtual memang menjanjikan pengalaman baru dalam berinteraksi dengan perangkat. Namun dengan teknologi saat ini, asisten virtual yang ada masih terkesan kaku dan masih mirip mesin.

Google pun memikirkan cara untuk menyelesaikan permasalahan itu, Permasalahan pun diselesaikan perusahaan akuisisi Raksasa internet ini yakni perusahaan DeepMind, agar pengguna dapat berkomunikasi dengan Google Assistant layaknya berbicara dengan manusia.

Dikutip dari Ubergizmo, Rabu (11/10/2017), raksasa internet itu memanfaatkan teknologi milik DeepMind, yakni WaveNet. Sekadar informasi, DeepMind merupakan perusahaan kecerdasan buatan yang diakusisi Google pada 2014.

Perusahaan DeepMind berhasil membuat speech synthesis tersebut dengan menggunakan cara yang berbeda khusunya dalam membuat TTS atau text-to-speech. Sebelumnya, ada dua jenis metode TTS yang digunakan. Yang pertama adalah concatenative TTS seperti yang digunakan pada Siri milik Apple. Sementara yang lebih rumit adalah parametric TTS. Model concatenative menggunakan kepingan suara yang telah direkam sementara parametric membuat kalimat menggunakan algoritma komputer.

Meski metoda parametrik sudah lebih canggih, namun penggunaannya masih terdengar kaku. Suara yang dihasilkan pun masih terdengar sangat robotik.

Nah, hal itulah yang akhirnya diatasi sistem terbaru keluaran DeepMind ini. WaveNet menggunakan “Neural Network”, semacam teknologi yang dibuat dengan meniru otak manusia. Sehingga, nggak lagi bergantung pada kata kata yang diinputkan, WavNet bekerja dengan menganalisa bentuk gelombang dari sinyal audio dan beragam suara termasuk bunyi musik.



Berbekal teknologi ini, suara keluaran Google Assistant dapat lebih alami ketimbang sebelumnya. Untuk saat ini, pemanfaatan teknologi tersebut baru berlaku untuk Google Assistant berbahasa Inggris dan Jepang.

"Setelah lebih dari 12 bulan bekerja keras untuk meningkatkan kecepatan dan kualitas, kami mengumumkan bahwa versi terbaru dari WaveNet digunakan di Google Assistant dan mampu menghasilkan suara lebih natural," ujar Google LLC.

Sumber :
https://www.liputan6.com
https://www.candra.web.id
https://www.youtube.com
https://www.google.com
https://www.wikipedia.com

Sistem Cerdas

Assalamualaikum,

Gimana sob kabar kalian ? setelah lama ga upload konten blog sekarang kita kembali lagi untuk bahas teknologi terkini yuk. Karena bahasannya mengenai teknologi terkini, kenapa ga kita singgung dikit  mengenai "Sistem Cerdas" ? dizaman yang modern ini masih ada yang gatau mengenai Sistem Cerdas ? wahh jangan sampai kudet temen temen. Yuk simak bahasan tentang "Sistem Cerdas".


  • Apa itu Sistem Cerdas 

Sistem Cerdas atau Kecerdasan Buatan adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pemanfaatan mesin untk memecahkan persoalan yang rumit dengan cara yang lebih manusiawi.



Menurut beberapa Ilmuan dan para Ahli, Sistem Cerdas adalah

"Kecerdasan buatan adalah ilmu rekayasa yang mmbuat suatu mesin mempunyai intelegensi tertentu khususnya program komputer yang 'cerdas' " (Jhon Mc Cathy, 1956)

"Kecerdasan buatan merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkaid dengan pemrograman komputer untuk melakukan suatu hal yang dalam pandangan manusia adalah 'cerdas' " (H.A Simon, 1987)

"Kecerdasan Buatan merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia. ( Rich and Knight, 1991)

  • Sejarah Perkembangan Sistem Cerdas


René Descartes
  • Pada awal abad 17, René Descartes mengemukakan bahwa tubuh hewan bukanlah apa-apa melainkan hanya mesin-mesin yang rumit.
Blaise Pascal
  • Blaise Pascal menciptakan mesin penghitung digital mekanis pertama pada 1642.
  • Pada abad 19, Charles Babbage dan Ada Lovelace bekerja pada mesin penghitung mekanis yang dapat diprogram.
  • Bertrand Russell dan Alfred North Whitehead menerbitkan Principia Mathematica, yang merombak logika formal.
Warren McCulloch
  • Warren McCulloch dan Walter Pitts menerbitkan “Kalkulus Logis Gagasan yang tetap ada dalam Aktivitas ” pada 1943 yang meletakkan pondasi untuk jaringan syaraf.
  • Tahun 1950-an adalah periode usaha aktif dalam AI. Program AI pertama yang bekerja ditulis pada 1951 untuk menjalankan mesin Ferranti Mark I di University of Manchester (UK): sebuah program permainan naskah yang ditulis oleh Christopher Strachey dan program permainan catur yang ditulis oleh Dietrich Prinz.
John McCarthy
  • John McCarthy membuat istilah “kecerdasan buatan ” pada konferensi pertama yang disediakan untuk pokok persoalan ini, pada 1956. Dia juga menemukan bahasa pemrograman Lisp.
  • Alan Turing memperkenalkan “Turing test” sebagai sebuah cara untuk mengoperasionalkan test perilaku cerdas.
  • Joseph Weizenbaum membangun ELIZA, sebuah chatterbot yang menerapkan psikoterapi Rogerian.
  • Selama tahun 1960-an dan 1970-an, Joel Moses mendemonstrasikan kekuatan pertimbangan simbolis untuk mengintegrasikan masalah di dalam program Macsyma, program berbasis pengetahuan yang sukses pertama kali dalam bidang matematika.
  • Marvin Minsky dan Seymour Papert menerbitkan Perceptrons, yang mendemostrasikan batas jaringan syaraf sederhana dan Alain Colmerauer mengembangkan bahasa komputer Prolog.
  • Ted Shortliffe mendemonstrasikan kekuatan sistem berbasis aturan untuk representasi pengetahuan dan inferensi dalam diagnosa dan terapi medis yang kadangkala disebut sebagai sistem pakar pertama.
  • Hans Moravec mengembangkan kendaraan terkendali komputer pertama untuk mengatasi jalan berintang yang kusut secara mandiri
  • Pada tahun 1980-an, jaringan syaraf digunakan secara meluas dengan algoritma perambatan balik, pertama kali diterangkan oleh Paul John Werbos pada 1974.
  • Pada tahun 1982, para ahli fisika seperti Hopfield menggunakan teknik-teknik statistika untuk menganalisis sifat-sifat penyimpanan dan optimasi pada jaringan syaraf.
  • Para ahli psikologi, David Rumelhart dan Geoff Hinton, melanjutkan penelitian mengenai model jaringan syaraf pada memori.
  • Pada tahun 1985-an sedikitnya empat kelompok riset menemukan kembali algoritma pembelajaran propagansi balik (Back-Propagation learning). Algoritma ini berhasil diimplementasikan ke dalam ilmu komputer dan psikologi.
Deep Blue, at The Computer History Museum
  • Tahun 1990-an ditandai perolehan besar dalam berbagai bidang AI dan demonstrasi berbagai macam aplikasi. Lebih khusus Deep Blue, sebuah komputer permainan catur, mengalahkan Garry Kasparov dalam sebuah pertandingan 6 game yang terkenal pada tahun 1997.
  • DARPA menyatakan bahwa biaya yang disimpan melalui penerapan metode AI untuk unit penjadwalan dalam Perang Teluk pertama telah mengganti seluruh investasi dalam penelitian AI sejak tahun 1950 pada pemerintah AS. Tantangan Hebat DARPA, yang dimulai pada 2004 dan berlanjut hingga hari ini, adalah sebuah pacuan untuk hadiah $2 juta dimana kendaraan dikemudikan sendiri tanpa komunikasi dengan manusia, menggunakan GPS, komputer dan susunan sensor yang canggih, melintasi beberapa ratus mil daerah gurun yang menantang.

  • Penerapan Sistem Cerdas pada kehidupan sehari-hari

Pada pembahasan ini banyak sekali Sistem Cerdas yang sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti Smart Assistant, Smart Lock, Auto-Pilot Car, dan masih banyak lagi, namun pada kesempatan ini kita akan membahas Sistem Cerdas yang sedang ramai diperbincangkan didunia Kepolisian Lalu Lintas Indonesia yakni "Sistem Cerdas E-Tilang"



Sistem Cerdas E-Tilang adalah Sistem cerdas yang dapat mendeteksi kesalahan pengguna kendaraan dalam berlalu lintas di jalanan. Program Cerdas ini diterbitkan sebagai salah satu aksi Presiden Joko Widodo dalam memangkas birokrasi sekaligus pungli di jalanan. Secara teknis, E-Tilang tak mengharuskan pelanggar lalu lintas menghadiri persidangan dan cukup membayar denda via transfer dari bank. Sehingga, kesempatan oknum Polisi Lalu Lintas yang haus suap dapat ditekan.

Menurut Website yang kami baca, per tanggal 16 Desember 2018. POLRI menerapkan sistem ini pada enam kota besar, diantaranya Jakarta, Bogor, Bandung, Pontianak, Sleman, dan Kediri.

Menurut sumber Sistem E-Tilang ini sebenarnya tak jauh beda dari tilang yang dilakukan polisi hari ini. Pelanggar akan diberhentikan dan diberitahu kesalahannya yang membedakan antara e-tilang dan tilang biasanya adalah saat diberhentikan polantas akan membacakan denda yang dikenai lewat sebuah aplikasi yang terpasang pada ponsel polantas tersebut. Dalam aplikasi tersebut, data diri pelanggar, jenis pelanggaran, dan identitas kendaraannya akan diisi oleh petugas atas sepengetahuan pelanggar.

Kemudian jumlah denda serta nomor tilang akan masuk ke ponsel pelanggan melalui sebuah pesan singkat. Pesan ini yang kemudian dibawa pelanggar langsung ke Bank BRI untuk ditransfer atau cukup membayarnya lewat e-Banking, jika sudah memakai jasa tersebut. Sehingga pelanggar tak perlu membayar uang tilang terhadap polantas tersebut.


Sumber : 






Desain & Transisi Layanan



Desain Layanan

Pengantar

Hasil gambar untuk desain dan transisi layanan
        Layanan desain adalah kegiatan perencanaan dan pengorganisasian orang , infrastruktur , komunikasi dan komponen material layanan dalam rangka meningkatkan kualitas dan interaksi antara penyedia layanan dan pelanggan . Tujuan dari metodologi desain layanan adalah untuk merancang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, sehingga layanan ini kompetitif dan relevan kepada pelanggan user-friendly.

Desain layanan bertujuan untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan bahwa layanan baru akan melakukan seperti yang direncanakan dan disampaikan fungsi dan manfaat dimaksudkan oleh bisnis. Prinsip ini adalah jantung dari pendekatan ITIL dan mengapa sebagian besar proses desain layanan difokuskan pada pengendalian operasional:
• Manajemen Katalog layanan;
• Manajemen tingkat layanan;
• Manajemen kapasitas;
• Koordinasi Desain;
• Manajemen Ketersediaan;
• IT manajemen kelangsungan pelayanan;
• Manajemen keamanan informasi;
• Manajemen Pemasok.

Kenapa Harus Desain Layanan ?

Hasil gambar untuk whyTanpa desain layanan mapan, layanan akan menjadi kurang stabil dan lebih mahal untuk mempertahankan dan menjadi semakin kurang mendukung bisnis dan kebutuhan pelanggan. Selanjutnya, biaya mengoreksi kekurangan-kekurangan ini hampir selalu lebih tinggi daripada biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk mencegah mereka pada tahap desain.
Tidak setiap perubahan akan memerlukan kegiatan desain layanan. Sebaliknya ini disediakan untuk perubahan 'signifikan'. Setiap organisasi harus memutuskan definisi sendiri 'Signifikan' dan menggunakan proses perubahan manajemen untuk menilai signifikansi dari setiap perubahan dan karena itu apakah kegiatan desain layanan harus digunakan. desain pelayanan yang baik akan memberikan berbagai manfaat bisnis yang membantu untuk menggarisbawahi pentingnya dalam desain layanan baru dan berubah. Ini adalah sebagai berikut:

• Layanan biaya rendah karena dukungan dan peningkatan yang lebih rendah biaya, yang mengarah untuk menurunkan total biaya kepemilikan (TCO).
• Layanan yang secara konsisten memberikan tingkat yang diperlukan kualitas dan keselarasan untuk bisnis dan kebutuhan pelanggan.
• Lebih cepat dan lebih mudah pengenalan layanan baru dan perubahan.
• tata kelola yang lebih baik untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan hukum dan perusahaan dan pedoman.
• kemampuan pengukuran yang lebih baik untuk mendukung pengambilan keputusan dan terus-menerus perbaikan.

Miskin perencanaan, persiapan dan manajemen alasan umum untuk kegagalan rencana dan proyek-proyek pada umumnya dan desain dan penyebaran layanan baru dan berubah pada khususnya. ITIL membantu mencegah hal ini dengan menawarkan panduan tentang mempersiapkan dan merencanakan penggunaan orang, proses, produk dan mitra.

Adapun manfaat dari ITIL dengan menyediakan pendekatan sistenatis untuk manajemen
layanan TI, ITIL dapatmembantu sebuah perusahaan dalam cara berikut:
  •      Mengurangi biaya
  •      Peningkatan layanan TI melalui penggunaan proses-proses praktek terbaik yang telah terbukti
  •     Meningkatkan kepuasan pelanggan melalui pendekatan yang lebih profesional untuk pelayanan standar dan pedoman
  •      Meningkatkan produktivitas
  •      Meningkatkan penggunaan keterampilan dan pengalaman

Lima Aspek Utama Desain Layanan pada ITIL

• Pengenalan layanan baru atau diubah melalui identifikasi akurat kebutuhan bisnis dan definisi yang disepakati persyaratan layanan.
• Sistem manajemen layanan dan alat-alat seperti portofolio layanan, memastikan saling konsistensi dengan layanan lain dan alat yang tepat dukungan.
• Kemampuan arsitektur teknologi dan sistem manajemen untuk mengoperasikan dan memelihara layanan baru.
• Kemampuan semua proses, bukan hanya orang-orang dalam desain layanan, untuk mengoperasikan dan memelihara layanan baru dan berubah.
• Merancang dalam metode pengukuran yang tepat dan metrik yang diperlukan untuk analisis kinerja pelayanan, meningkatkan pengambilan keputusan dan perbaikan terus-menerus.


Tujuan Desain Layanan
  • Merancang layanan yang tidak hanya memenuhi bisnis dan pemangku kepentingan tujuan dalam hal kualitas, kemudahan penggunaan, kepatuhan dan keamanan, tetapi juga meminimalkan total biaya kepemilikan.
  • Untuk merancang kebijakan yang efisien dan efektif, rencana, proses, arsitektur dan kerangka kerja untuk mengelola layanan di seluruh siklus hidup mereka.
  • Untuk mendukung layanan transisi dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko yang terkait dengan memperkenalkan layanan baru atau diubah;
  • Merancang sistem pengukuran untuk menilai efisiensi dan efektivitas desain layanan dan kiriman nya.
  • Untuk berkontribusi peningkatan pelayanan terus-menerus (CSI), terutama dengan merancang fitur dan manfaat dan kemudian menanggapi peluang perbaikan diidentifikasi dari lingkungan operasional.

Paket Desain Layanan

       Tahap desain mengambil satu set persyaratan bisnis baru atau diubah dan mengembangkan solusi untuk menemui mereka. Solusinya dikembangkan diteruskan ke transisi layanan yang akan dibangun, diuji dan disebarkan ke lingkungan hidup. Namun, tidak cukup hanya untuk lulus desain teknis atau arsitektur untuk transisi layanan. Tim layanan transisi akan membutuhkan lebih dari ini untuk memberikan layanan sepenuhnya berfungsi yang menyediakan utilitas dan garansi diharapkan. Mereka membutuhkan cetak biru yang mencakup semua aspek layanan baru. Cetak biru ini dikenal sebagai paket layanan desain.



TRANSISI LAYANAN



PENGANTAR


Hasil gambar untuk service transition
Layanan transisi berkaitan dengan menjembatani kesenjangan yang lancar, memastikan bahwa persyaratan operasional sepenuhnya dipertimbangkan dan dipenuhi sebelum apa-apa dipindahkan ke lingkungan hidup, termasuk dokumentasi dan pelatihan bagi pengguna dan staf pendukung. Layanan transisi juga bertanggung jawab untuk dekomisioning dan penghapusan layanan yang tidak lagi diperlukan.

Transisi yang mulus dicapai dengan mengambil paket desain layanan baru atau diubah dari tahap desain layanan, pengujian untuk memastikan bahwa itu benar memenuhi kebutuhan bisnis, dan menggunakan itu dalam lingkungan produksi.



MAKSUD DAN TUJUAN


Tujuan dari transisi layanan adalah untuk:

  • Menetapkan harapan pelanggan tentang bagaimana layanan baru atau diubah akan memungkinkan perubahan bisnis;
  • Memungkinkan pelanggan untuk mengintegrasikan rilis mulus ke dalam proses dan layanan bisnis mereka;
  • Mengurangi variasi dalam kinerja diprediksi dan aktual dari layanan setelah mereka diperkenalkan;
  • Mengurangi kesalahan dikenal dan meminimalkan risiko dari perubahan;
  • Memastikan bahwa layanan dapat digunakan dalam cara di mana diperlukan.

Tantangan 


Membangun transisi layanan yang efektif dapat menantang. Berikut adalah beberapa masalah yang bisa timbul dan perlu dikelola:

  • Menyeimbangkan kebutuhan yang berkembang dari bisnis terhadap kebutuhan untuk melindungi layanan hidup (yaitu menjadi responsif sambil mempertahankan perlindungan yang sesuai).
  • Mengintegrasikan dengan pengembangan dan proyek siklus hidup yang secara tradisional independen.
  • Memiliki wewenang dan pemberdayaan yang tepat untuk menjalankan proses seperti yang didefinisikan.
  • Mengelola persepsi masyarakat sehingga proses tidak dilihat sebagai penghalang untuk mengubah atau sebagai lebih birokrasi.



PERAN


Manajer layanan transisi bertanggung jawab untuk merencanakan dan mengkoordinasikan sumber daya untuk menyebarkan rilis utama dalam biaya, waktu dan kualitas estimasi diprediksi.



Sumber :

http://123desaingrafis.blogspot.co.id/2013/11/pengertian-layanan-desain.html

http://takanlupa.blogspot.co.id/2016/06/layanan-desain.html

http://tugaskuliahbaba.blogspot.co.id/2017/04/bab-4-layanan-transisi.html